Museum Ullen Sentalu Yogyakarta, Wisata Sejarah Yang Instagramable dan Kekinian

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Yogyakarta adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang masih menerapkan sistem pemerintahan kesultanan. Itu menandakan bagaimana kebudayaan nenek moyang masih dijaga dan dilestarikan dengan sangat baik.

Bicara soal budaya dan sejarah, Jogja tidak hanya memiliki Keraton saja lho. Masih ada Museum Ullen Sentalu yang bisa disambangi untuk mempelajari kebudayaan Jawa zaman dahulu. 

Tidak perlu takut merasa bosan dan tidak menemukan spot foto instagramable, karena desain Museum Ullen Sentalu Yogyakarta sudah didesain sedimikian rupa sehingga terlihat menarik. Pengunjung bisa memanfaatkan beberapa lokasi sebagai latar belakang foto kekinian. 

Perjalanan tidak membosankan karena didampingi oleh pemandu ramah dan sangat interaktif. Yuk cari tahu selengkapnya pada artikel berikut. 

Review Museum Ullen Sentalu Yogyakarta 

Alamat : Jalan KM 25, Kaliurang, Hargobinangun, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582. (Maps)

Jam Buka

Selasa - Jumat : 08.30 - 16.00
Sabtu - Minggu : 08.30 - 17.00 

Harga Tiket Masuk 

Anak-anak : Rp. 15.000
Dewasa : Rp. 40.000 

Profil Singkat Museum Ullen Sentalu  

Ullen Sentalu bukan hanya sekedar sebuah nama yang unik, melainkan bermakna besar. Ini merupakan kependekan dari kalimat “ulating blencong sejatine tataraning lumaku”. Artinya adalah nyala lampu blencong merupakan petunjuk bagi manusia untuk melangkah dan meniti kehidupan. Oh iya, lampu blencong adalah lampu yang dipakai ketika pertunjukan wayang kulit. 

Museum Ullen Sentalu digagas oleh keluarga Haryono, pembatik asal Yogyakarta yang masih berdarah bangsawan. Keluarga ini memang dikenal sangat mencintai sejarah Indonesia zaman dahulu khususnya wilayah Jawa, sehingga mereka hobi mengumpulkan koleksi-koleksi warisan budaya nenek moyang.

Tempat ini banyak menceritakan peradaban Kerajaan Mataram yang pecah menjadi empat keraton di Yogyakarta dan Solo. Yaitu Kadipaten Pakualaman, Praja Mangkunegaran, Kesultanan Yogyakarta dan Kasunan Surakarta. 

Museum Ullen Sentalu menyimpan beraneka macam koleksi lukisan dan foto bangsawan zaman tersebut. Terdapat pula koleksi berupa gamelan kuno, koleksi kain jarit dan arca-arca khas hindu budha yang masih tersimpan dengan sangat baik.  

Selain sumbangan keluarga Haryono, sesepuh keluarga kerajaan Mataram dan Yayasan Ulating Blencong (pengelola museum) juga turut menyumbangkan koleksi Museum Ullen Sentalu. 

Keseruan Liburan Sejarah di Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Ketika pertama kali tiba di lokasi, Anda disambut oleh ruang selamat datang yang berisi beberapa banner mengenai sejarah dan latar belakang berdirinya Museum Ullen Sentalu

Ada juga arca dari Dewi yang konon dipercaya sebagai Dewi kesuburan bagi tanah jawa yaitu Dewi Sri. Berfoto dengan background arca dewi sri menjadi rutinitas setiap wisatawan yang datang.

Perjalanan dilanjut ke ruang seni tari dan gamelan yang menyimpan lukisan-lukisan tarian jawa serta sejumlah benda yang dihibahkan Kraton Yogyakarta. Diantaranya seperti Gamelan pemberian pangeran Kasultanan Yogyakarta yang pada saat itu menjadi pengiring pagelaran seni tari dan pementasan wayang orang di Kraton.

Salah satu primadona menarik wisatawan ketika berkunjung adalah Guwa Sela Giri yang merupakan ruangan di bawah tanah. Desain bangunannya menerapkan style gothic Eropa dan di selaraskan sesuai arsitektur Guwa Sela Giri. 

Didalamnya juga ada Sumur Gumuling Taman Sari yang bahan materialnya diambil dari wilayah Gunung Merapi.

Sementara itu, Guwa Sela Giri berisikan fine arts karya lukis dokumentasi sejumlah tokoh sebagai perwakilan figur 4 kraton di zaman dinasti Mataram. Koleksi tersebut menyampaikan isi peninggalan intangible menjadi lebih bebas dan luwes, terlebih lagi didukung data seni budaya dan sejarahnya. 

Review sebelumnya :

Berikutnya wisatawan bisa menyambangi Kampung Kambang yang dibagi menjadi lima ruangan pameran. Ini terinspirasi dari labirin dan Bale Kambang yang mendesain beberapa ruangannya berdiri di atas kolam air. 

Beberapa koleksi yang ada di Museum Ullen Sentalu Yogyakarta antara lain:
  • Lukisan Merak Cina dan Rengganis
  • Lukisan Serimpi Sari Tunggal
  • Lukisan Serimpi Pandelori
  • Lukisan Topeng Panji Klana
  • Lukisan Wewarah
  • Lukisan Ibu Ageng : The Royal Melody
  • Lukisan Prameswari
  • Lukisan Tumbuk Yuswa Paku Alam VIII
  • Lukisan Putri Dalem dan Biyung Mban
  • Lukisan Paserayan Raja-raja
  • Lukisan Putri Mangkunegaran dan Turangga
  • Lukisan Darah Biru 
Untuk melihat benda-benda koleksi yang lebih lengkap sudah disediakan Bilik Syair Tineke, Royal Room Ratu Mas, Ruang Batik Vorstendlanden, Ruang Batik Pesisiran, Ruang Putri Dambaan, Koridor Retja Landa dan Sasana Sekar Bawana. 

Yuk kunjungi Museum Ullen Sentalu Yogyakarta di musim liburan nanti untuk menyaksikan sendiri perpaduan antara wisata sejarah dan tempat-tempat instagramable.

Post a Comment

Previous Post Next Post